Awal Pertemuan & Lahirnya Karya

Asal-Usul Nama Label dan Awal Pertemuan Rio dan Fujiiiy

Rio Aditya Roy dan Fujiiiy di ruang studio dengan gitar dan layar DAW

DISCLAIMER: Foto Rio Aditya Roy dan Fujiiiy yang ditampilkan bersama merupakan dokumentasi kebersamaan mereka dalam berkarya di dunia musik, khususnya dalam perjalanan GL Record Indonesia. Rio Aditya Roy sudah menikah dan memiliki istri. Hubungan Rio dan Fujiiiy adalah sebatas rekan kerja dalam bermusik, berkolaborasi, serta mengembangkan karya musik bersama. Foto ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan hubungan asmara di antara keduanya.

(Awal Pertemuan Rio Aditya Roy dan Fujiiiy)

Perjalanan Rio Aditya Roy dan Fujiiiy berawal dari sebuah pertemuan yang tidak direncanakan di TikTok.

Pada saat itu Rio sedang mengisi waktu luang dengan scrolling TikTok. Dalam keadaan sedang gabut, Rio masuk ke room milik Putri yang sedang melakukan komal atau komunikasi massal. Di room tersebut, Fujiiiy hadir sebagai tamu, bukan sebagai pemilik room.

Rio sebenarnya sudah cukup mengenal Putri dan pernah mendengarkan Putri bernyanyi. Namun, karakter vokal Putri tidak terlalu menarik perhatian Rio. Ketika mendengar Fujiiiy bernyanyi sebagai tamu di room tersebut, Rio justru tertarik dengan karakter suaranya.

Karena penasaran, Rio kemudian meminta Fujiiiy membawakan lagu Allah Allah Aghisna Ya Rasulullah. Dari permintaan lagu sederhana tersebut, Rio mulai memperhatikan karakter vokal Fujiiiy.

Setelah itu Rio mengetahui bahwa Fujiiiy juga memiliki room TikTok sendiri. Rio kemudian masuk ke room Fujiiiy sebagai penonton biasa. Ia tidak langsung menawarkan lagu, apalagi langsung mengajak bekerja sama. Rio terlebih dahulu memperkenalkan diri dan mencoba mengenal Fujiiiy lebih dekat.

Bagi Rio, mengenal karakter seseorang dalam bermusik merupakan hal yang penting sebelum mengajak seseorang mengerjakan sebuah karya. Karena itu, ia lebih dulu melihat bagaimana Fujiiiy bernyanyi, jenis lagu yang biasa dibawakan, serta karakter musik yang cocok dengan suaranya.

(Awal Eksperimen Musik Rio dan Fujiiiy)

Setelah semakin mengenal Fujiiiy, Rio mulai melakukan eksperimen sederhana terhadap beberapa konten musik Fujiiiy.

Fujiiiy pada saat itu cukup sering membawakan sholawat dan lagu-lagu pop. Rio sendiri memiliki ketertarikan untuk membuat musik dengan karakter yang serupa. Salah satu eksperimen awal dilakukan pada lagu Allah Allah Aghisna Ya Rasulullah.

Ketika Fujiiiy mengunggah lagu tersebut, Rio menggunakan FL Studio untuk memisahkan atau mengambil bagian vokal dari rekaman yang ada. Musik latar aslinya kemudian tidak digunakan, lalu Rio membuat musik pengganti dengan produksinya sendiri.

Pada awalnya, semua itu bukan proyek resmi. Rio hanya melakukan eksperimen ketika memiliki waktu luang. Setelah mendapatkan hasil yang menurutnya menarik, Rio kembali melakukan hal serupa pada beberapa lagu atau konten Fujiiiy berikutnya.

Fujiiiy kemudian menyukai hasil eksperimen tersebut. Menurutnya, musik yang dibuat Rio terdengar lebih adem dan lebih masuk ke hati.

Dari eksperimen sederhana tersebut, hubungan mereka dalam bidang musik mulai berkembang. Mereka tidak hanya sekadar saling mengenal, tetapi mulai menemukan kecocokan dalam proses membuat dan mengembangkan musik.

(Tiga Karya yang Sudah Dimiliki Fujiiiy)

Setelah hubungan mereka semakin dekat, pada suatu ketika Fujiiiy menceritakan bahwa ia sebenarnya sudah memiliki tiga karya yang sebelumnya diberikan oleh seorang komposer lain.

Ketiga karya tersebut sudah dimiliki Fujiiiy, tetapi belum didistribusikan dengan baik. Rio kemudian melihat bahwa sangat disayangkan apabila seseorang sudah mempunyai karya tetapi karya tersebut hanya tersimpan dan tidak sampai kepada pendengar.

Rio pun membantu Fujiiiy untuk merilis dan mendistribusikan ketiga lagu tersebut.

Tiga lagu tersebut adalah:

Ada Apa Dengan Dirimu — Fujiiiy & Ilham

Mentri Cinta — Fujiiiy

Ketiga lagu tersebut bukan karya yang ditulis atau diaransemen oleh Rio. Pada tahap ini, peran Rio adalah membantu agar karya yang sudah dimiliki Fujiiiy dapat dirilis dan didengarkan oleh publik.

Setelah ketiganya dirilis, Jangan Lupa Senyum Hari Ini mendapatkan respons yang paling besar. Sound lagu tersebut kemudian digunakan oleh semakin banyak pengguna TikTok hingga mencapai sekitar 160 ribu pengguna.

Perkembangan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan mereka. Dari sebuah eksperimen sederhana, kemudian membantu mendistribusikan karya Fujiiiy, akhirnya mereka melihat bahwa karya yang dibuat dan dibawakan Fujiiiy memiliki respons yang cukup besar dari pendengar.

(Lahirnya Hancur Harapanku)

Setelah melihat respons terhadap Jangan Lupa Senyum Hari Ini, Rio kemudian merasa bahwa perjalanan mereka tidak seharusnya berhenti sampai di tiga lagu tersebut.

Rio kemudian mengatakan kepada Fujiiiy:

Kak Puji, masa karya kita sampai di sini aja? Mau nggak Kak Puji kalau kita lanjut berkarya lagi?

Setelah itu Rio baru menceritakan bahwa sebenarnya ia sudah memiliki sebuah karya sendiri.

Rio mengatakan bahwa ia memiliki lagu berjudul Hancur Harapanku. Lagu tersebut sebelumnya sudah pernah ia take menggunakan suaranya sendiri sebagai demo. Namun, menurut Rio, karakter suaranya sendiri dirasa kurang layak untuk digunakan sebagai vokal utama pada rilisan tersebut.

Karena itu, Rio meminta Fujiiiy untuk mendengarkan demonya.

Setelah mendengarkan lagu tersebut, Fujiiiy ternyata memiliki ketertarikan untuk membawakan Hancur Harapanku. Dari sinilah proses pengerjaan lagu tersebut dimulai dan kemudian menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan musik mereka.

Versi awal Hancur Harapanku dibuat dengan peralatan sederhana. VST dan plugin yang digunakan masih terbatas, begitu juga dengan proses mixing dan pengolahan vokalnya. Karena itu, hasil produksinya masih sederhana dan jauh berbeda dengan versi Remastered 2026 yang dibuat dengan perangkat dan teknik produksi yang sudah jauh lebih berkembang.

Karena keterbatasan tersebut, hasil produksinya memang belum matang. Namun, tujuan pada saat itu adalah bagaimana lagu tersebut bisa terlebih dahulu direalisasikan dan dirilis. Keterbatasan alat bukan alasan untuk menghentikan proses berkarya.

Dari versi sederhana itulah perjalanan produksi kemudian berkembang.

(Hancur Harapanku — Versi Awal)

Pada masa awal, produksi Hancur Harapanku masih sangat sederhana.

Kemampuan produksi Rio pada saat itu belum seperti beberapa tahun kemudian.

Perangkat produksi, VST, plugin, teknik mixing, mastering, serta kemampuan dalam mengolah vokal masih berada dalam tahap perkembangan.

Karena itu, versi awal Hancur Harapanku masih terdengar sederhana dan belum memiliki kualitas produksi seperti versi yang kemudian dibuat pada 2026.

Namun, justru versi awal inilah yang menjadi titik awal dari perjalanan karya tersebut.

Hancur Harapanku tidak langsung menjadi lagu dengan produksi yang matang.

Lagu tersebut menjadi bagian dari proses belajar Rio dalam mengembangkan kemampuan produksi musiknya.

Seiring berjalannya waktu, Rio mulai mempelajari lebih banyak teknik produksi, mencoba berbagai VST dan plugin, memperbaiki aransemen, memperbaiki mixing, dan memperhatikan karakter vokal Fujiiiy dengan lebih detail.

Semua perkembangan tersebut kemudian ikut memengaruhi bagaimana Hancur Harapanku kembali dikerjakan pada tahun-tahun berikutnya.

Made with Designhouse